Iklim Ekstrem: “Monster Ganas Siksa Bumi”

Source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Earth Day atau Hari Bumi 2022 kali ini mengambil tema “Invest in Our Planet” atau “Investasi di Planet Kita” dengan sub tema “Nature in the Race to Zero” atau “Alam dalam Perlombaan Menuju Nol”. Dalam hal ini, pembahasan difokus pada upaya dalam pencapaian target kita perlu menuju angka nol pada aspek emisi gas rumah kaca di pertengahan abad untuk menjaga suhu global di bawah 1,5°C. Sementara fokus utamanya adalah pada pengurangan ketergantungan bahan bakar fosil.

TAHU KAH ANDA BAHWA BUMI KITA SEDANG DALAM MASALAH SERIUS!?

Saat ini bumi kita sangat kritis iklim, hal tersebut mengacu pada perubahan suhu dan pola cuaca dalam jangka panjang. Pergeseran ini mungkin bersifat alami, tetapi sejak periode 1800-an hingga saat ini, aktivitas manusia telah menjadi pendorong utama perubahan iklim, terutama dengan pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas) yang menghasilkan gas yang memerangkap panas.

TAHU KAH ANDA APA ITU IKLIM?

Iklim didefinisikan sebagai ukuran rata-rata dan variabilitas kuantitas yang relevan dari variabel tertentu (seperti temperatur, curah hujan atau angin), pada periode waktu tertentu, yang merentang dari bulanan hingga tahunan atau jutaan tahun. Iklim berubah secara terus menerus karena interaksi antara komponen-komponennya dan faktor eksternal seperti erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, dan faktor-faktor disebabkan oleh kegiatan manusia seperti misalnya perubahan pengunaan lahan dan penggunaan bahan bakar fosil.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) mendefinisikan Perubahan iklim sebagai perubahan iklim yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah kompoisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada perioda waktu yang dapat diperbandingkan. Komposisi atmosfer global yang dimaksud adalah komposisi material atmosfer bumi berupa Gas Rumah Kaca (GRK) yang di antaranya, terdiri dari Karbon Dioksida, Metana, Nitrogen, dan sebagainya.

 

Pada dasarnya, Gas Rumah Kaca dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi tetap stabil. Akan tetapi, konsentrasi Gas Rumah kaca yang semakin meningkat membuat lapisan atmosfer semakin tebal. Penebalan lapisan atmosfer tersebut menyebabkan jumlah panas bumi yang terperangkap di atmosfer bumi semakin banyak, sehingga mengakibatkan peningkatan suhu bumi, yang disebut dengan pemanasan global.

 

APA SAJA PENYEBAB PERUBAHAN IKLIM?

  • Pembuatan energi

Pembuatan energi listrik dan panas dengan membakar bahan bakar fosil akan menghasilkan emisi global dalam jumlah besar. Sebagian besar energi listrik masih dihasilkan dengan membakar batu bara, minyak, atau gas. Pembakaran ini akan menghasilkan karbon dioksida dan dinitrogen oksida, yakni gas rumah kaca berbahaya yang menyelimuti Bumi dan memerangkap panas matahari.

  • Manufaktur barang

Manufaktur dan industri menghasilkan emisi, yang sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi guna membuat berbagai hal seperti semen, besi, baja, elektronik, plastik, pakaian, dan barang lainnya

  • Penebangan hutan

Penggundulan hutan, serta pertanian dan perubahan fungsi lahan lainnya, merupakan penyumbang sekitar seperempat dari emisi gas rumah kaca global.

  • Penggunaan transportasi

Kendaraan darat menghasilkan emisi paling banyak karena adanya pembakaran produk berbahan dasar minyak bumi, seperti bensin, dalam mesin pembakaran internalnya.

  • Produksi makanan

Produksi makanan menghasilkan emisi karbon dioksida, metana, dan gas rumah kaca lainnya dengan berbagai cara, termasuk melalui penggundulan hutan dan pembersihan lahan untuk pertanian dan penggembalaan, gas dari sapi dan domba, produksi dan penggunaan pupuk dan pupuk kandang untuk bercocok tanam, serta penggunaan energi untuk menjalankan peralatan pertanian atau perahu nelayan yang biasanya menggunakan bahan bakar fosil.

  • Penyuplaian energi untuk bangunan

Bangunan tempat tinggal dan komersial memakai lebih dari setengah energi listrik global. Seiring dengan berlanjutnya penggunaan batu bara, minyak, dan gas alam untuk sistem penghangat dan pendingin, bangunan tempat tinggal dan komersial menghasilkan jumlah emisi gas rumah kaca yang signifikan.

  • Gaya hidup sehari-hari

Rumah dan penggunaan energi Anda, cara Anda bepergian, apa yang Anda makan, serta jumlah makanan yang Anda buang semuanya berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Begitu pula pemakaian barang-barang seperti pakaian, elektronik, dan plastik. Sejumlah besar emisi gas rumah kaca global terkait dengan pekerjaan rumah tangga.

 

BAGAIMANA SOLUSINYA!?

  • Hemat energi di rumah

Sebagian besar listrik dan panas kita ditenagai oleh batu bara, minyak, dan gas. Gunakan lebih sedikit energi dengan menurunkan pemanasan dan pendinginan Anda, beralih ke bola lampu LED dan peralatan listrik hemat energi lainnya.

  • Jalan kaki, bersepeda, atau naik transportasi umum

Berjalan atau mengendarai sepeda daripada mengemudi akan mengurangi emisi gas rumah kaca — dan membantu kesehatan dan kebugaran Anda. Untuk jarak yang lebih jauh, pertimbangkan untuk naik kereta atau bus.

  • Perbanyak makan sayur

Memproduksi makanan nabati umumnya menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca dan membutuhkan lebih sedikit energi, tanah, dan air.

  • Pertimbangkan perjalanan

Pesawat terbang membakar sejumlah besar bahan bakar fosil, menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Ketika Anda bisa, bertemu secara virtual, naik kereta, atau melewatkan perjalanan jarak jauh itu sama sekali.

  • Kurangi limbah makanan

Makanan membusuk di tempat pembuangan sampah, itu menghasilkan metana, gas rumah kaca yang kuat. Jadi, gunakan apa yang Anda beli dan buat kompos dari sisa makanan.

  • Reuse, Reduce, Recycle

Untuk melindungi iklim kita, beli lebih sedikit barang, belanja barang bekas, perbaiki apa yang Anda bisa, dan daur ulang.

  • Ubah sumber energi rumah

Jika memungkinkan, lihat apakah Anda dapat beralih ke sumber terbarukan seperti angin atau matahari. Atau pasang panel surya di atap Anda untuk menghasilkan energi bagi rumah Anda.

  • Pilih produk yang ramah lingkungan

Segala sesuatu yang kita habiskan uang mempengaruhi planet ini. Anda memiliki kekuatan untuk memilih barang dan jasa yang Anda dukung. Untuk mengurangi dampak lingkungan Anda, belilah makanan lokal dan musiman, dan pilih produk dari perusahaan yang menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab dan berkomitmen untuk mengurangi emisi dan limbah gas mereka.

Maka dengan demikian Anda telah berkontribusi baik untuk melindungi dan menyelamatkan bumi kita tercinta.

 

Sumber:

https://www.tirto.id/

https://ditjenppi.menlhk.go.id/

https://indonesia.un.org/

https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Bagikan :

Artikel Lainnya :

SGM Enviro Copyright 2021 © All rights reserved | by PT Syifa Global Med